Iklim dan wilayah Kabupaten Dharmasraya

Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu dari 3 kabupaten baru hasil pemekaran di Sumatera Barat berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 tahun 2003. Kabupaten ini lahir dari pemekaran Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung yang terdiri dari 4 kecamatan dengan luas 2.961, 13 Km atau 296.113 Ha. Secara geografis kabupaten Dharmasraya berada pada posisi,00 47'7" LS -- 141' 56",Lintang Selatan (LS) dan,1019' 21",BT -- 1010 54' 27",Bujur Timur (BT). Kabupaten Dharmasraya dilalui oleh jalur lalu lintas Sumatera dan berbatasan dengan:

* Sebelah Utara dengan Kab. Sawahlunto/Sijunjung dan kab. Kuantan Singingi Propinsi Riau

* Sebelah Selatan dengan Kab. Bungo dan Kab. Kerinci Provinsi Jambi

* Sebelah Timur dengan Kab. Tebo dan Bungo Propinsi Jambi

* Sebelah Barat dengan Kab. Solok dan Solok Selatan.

Suhu berkisar antara 210 C -- 330 C dengan rata-rata hari hujan 14,35 hari per bulan dan rata-rata curah hujan 265,36 mm per bulan. Kondisi topografi Kabupaten Dharmasraya bervariasi antara berbukit, bergelombang dan datar dengan variasi ketinggian dari 98,3 M sampai 1.525 M dari permukaan laut. Sebagian besar jenis tanah di kabupaten Dharmasraya berjenis Podzolik Merah Kuning (PMK) yang didominasi oleh hutan hujan tropik dan perkebunan. Hutan seluas 133.186 Ha (44,98 %), perkebunan seluas 118.803 Ha (40,12 %) dan lain-lain sebesar (14.90 %). Penduduk Kabupaten Dharmasraya menurut data tahun 2004 berjumlah 169.871 jiwa, terdiri dari 87.334 jiwa laki-laki dan 82.357 jiwa perempuan. Tingkat pertumbuhan penduduk jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2003 (163.056 jiwa) meningkat 3,31 % dengan kepadatan 105 jiwa/km2 dan merupakan salah satu daerah tujuan transmigrasi di Propinsi Sumatera Barat. Hal ini dapat dilihat dari komposisi penduduk menurut suku bangsa diperoleh data Suku Minang 62,93%, Suku Jawa 32,96%, Suku Sunda 1,49%, Suku Batak 0,88%, Melayu 0,71% dan Suku lainnya 1,03%. Berdasarkan distribusi penduduk menurut tingkat usia, diperoleh data angkatan kerja (15-59 tahun) sebanyak 104.123 jiwa (61,30%) dengan tingkat ketergantungan 63,15%.

Dari data di atas terlihat bahwa secara kuantitas di Kabupaten Dharmasraya terdapat jumlah penduduk usia produktif lebih besar dari usia non produktif. Namun jika dikaitkan dengan tingkat ketergantungan terlihat bahwa dari setiap 100 orang penduduk usia produktif menanggung 630 orang penduduk usia non produktif.

Pada sisi lain menurut tingkat kesejahteraan keluarga sesuai dengan kriteria yang ditetapkan BKKBN pada tahun 2004 terdapat 35.347 kepala keluarga dengan tingkat klasifikasi menurut tingkat kesejahteraan keluarga sebagai berikut :

1) Pra Sejahtera : 3.237 KK

2) Sejahtera I : 7.371 KK

3) Sejahtera II : 16.904 KK

4) Sejahtera III : 4.788 KK

5) Sejahtera III Plus : 1.342 KK

Dari data diatas, secara kuantitatif tingkat kemiskinan penduduk relatif masih cukup besar yaitu sejumlah 10.608 KK (30,01%) dari kelompok penduduk Pra Sejahtera dan Sejahtera I, sementara sisasanya 24.739 KK (69.99%) berada pada kelompok Sejahtera II, III dan III Plus.