Oleh:

Drh. Yoli Zulfanedi

Abstra

. Ultrasonogarfi (USG) merupakan alat pencitraan ke dua yang sering digunakan oleh dokter hewan. Pemeriksaan kebuntingan pada sapi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara palpasi perektal dan menggunakan USG. Penggunaan USG dalam mendiagnosa kebuntingan relatif lebih cepat dan dapat memperlihatkan keadaan embrio maupun perkembangan embryo didalam rahim. Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk melihat gambaran Ultrasonografi (Sonogram) dari sapi potong yang memiliki sejarah telah dilakukannya Inseminasi Buatan pada 28 hari, 37 hari, 45 hari dan 60 hari yang lalu. Penelitian ini dilaksanakan pada sapi milik peternak yang berada di Wilayah kerja UPT Puskeswan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini menggunakan alat USG dua dimensi tipe portable, transducer dengan frekuensi 6,5 MHz tipe Rectal Linear Array scanner transduceryang di aplikasikan secara per rektal. Hasil sonogram memperlihatkan bahwa terjadinya perubahan ukuran dan bentuk pada organ uterus, terlihatnya fetus serta terlihatnya perkembangan fetus beserta organnya. Pergerakan fetus didalam rahim atau uterus hanya dapat terlihat secara real time.

Pendahuluan

Pemeriksaan kebuntingan pada sapi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara palpasi perektal dan menggunakan USG. Pemeriksaan kebuntingan secara palpasi perektal dapat dilakukan pada umur kebuntingan 35 hari, namun pemeriksaan kebuntingan dengan palpasi perektal memiliki resiko terhadap kejadian kesalahan diagnosa. Hal ini disebabkan karena palpasi perektal tidak dapat memperlihatkan keadaan dari embrio atau fetus, sehingga pada saat kasus kematian embrio dini maupun penyakit degeneratif juga didiagnosa bunting. Pemeriksaan atau diagnosa kebuntingan dengan menggunakan Ultrasonogarfi (USG) merupakan alat pencitraan ke dua yang sering digunakan oleh dokter hewan. Penggunaan USG dalam mendiagnosa kebuntingan relatif lebih cepat dan dapat memperlihatkan keadaan embrio maupun perkembangan embryo didalam rahim[1].

Prinsip dari pencitraan yang dilakukan USG adalah Penggunaan gelombang ultrasonik dengan frekuensi 1,5-15 MHz. Gelombang ultrasonic ini akan memberikan atau memperlihatkan gambar struktur badan maupun organ melalui jalur pantulan echo yang bolak balik dari jaringan maupun organ secara real time (Sonogram) [2]. Sonogram kebuntingan pada sapi akan memperlihatkan terjadinya perubahan ukuran dan bentuk pada organ uterus, terlihatnya fetus serta terlihatnya perkembangan fetus beserta organnya sedangkan pergerakan fetus didalam rahim atau uterus hanya dapat terlihat secara real time. Penggunaan USG pada sapi dapat dilakukan pada sapi dengan umur kebuntingan 25 hari pada sapi dara dan 28 hari pada induk [1].

Bahan dan Metode

Hewan yang digunakan dalam studi kasus ini ialah Sapi milik Peternak yang berada di wilayah kerja UPT Puskeswan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya yang memiliki sejarah telah dilakukannya inseminasi buatan pada 28 hari, 37 hari, 45 hari dan 60 hari yang lalu. Bahan yang digunakan dalam studi kasus ini yaitu sabun,lakban bening ukuran besar dan plastic glove. Alat yang digunakan ialah alat USG dua dimensi tipe portable, transducer dengan frekuensi 6,5 MHz tipe Rectal Linear scanner transducer dan USB.

Metode pengambilan gambar dilakukan dengan posisi hewan berdiri dengan teknik per rektal. Pembacaan hasil gambaran USG (sonogram) terhadap bentuk, ukuran, letak, echogenisitas, marginasi dan perubahan organ dilakukan secara real time.

Hasil dan Pembahasan

Gambar 1. sapi dalam kondisi tidak bunting

Bagian yang ditandai dengan panah bewarna putih pada Gambar 1 memperlihatkan bahwa adanya bentukan massa yang berwarna mesoechoic atau echo sedang. Bagian tersebut merupakan organ uterus dalam keadaan tidak bunting. Pada kondisi sapi yang tidak bunting organ uterus mengalami pengecilan, sehingga gelombang ultrasound diserap oleh jaringan uterus dan di refleksikan kembali sehingga kejadian ini memperlihatkan organ uterus pada layar berwarna keabu-abuan [3]. Bagian yang ditandai dengan panah berwarna biru atau area hitam memperlihatkan adanya bentukan anechoic (tidak memiliki echo) yang merupan cairan atau urin. Hal ini disebabkan karena cairan tidak memantulkan gelombang ultrasound, sehingga terlihat berwarna hitam pada layar.

Gambar 2. Sapi yang telah di IB selama 28 Hari

Yang di tandai dengan panah berwarna putih pada Gambar 2 memperlihatkan bahwa adanya bentukan anechoic yang mengindikasikan adanya cairan, sementara itu panah yang berwarna biru memperlihatkan adanya massa mesoechoic yang mengelilingi area anechoic yang mengindisikan jaringan. Cairan yang terdapat pada gambar 2 merupakan cairan chorioallantois atau cairan fetus sedangkan jaringan yang mengelilinya merupakan organ dan dinding uterus. Penentuan terjadinya kebuntingan yang didasarkan pada adanya cairan didalam rongga uterus harus bisa dipastikan bahwa cairan tersebut merupakan cairan chorioallantois karena kondisi ini juga dapat mengindisikan cairan uterus lainnya saat terjadinya proestrus dan estrus [3,4]. Penggunaan USG dalam mendiagnosa kebuntingan diatas 25 hari sudah dapat memperlihatkan adanya vesikel embryo [3,5,6,7] dan akurasi dalam memastikan diagnosa kebuntingan pada umur 26-30 hari dapat mencapai 93% [3,7].

Gambar 5. Sapi yang telah di IB 2 bulan

Pada gambar 5 yang ditunjukkan oleh panah berwarna biru memperlihatkan adanya massa hyperechoic (echo yang terang) yang terletak di dalam lumen uterus atau area anechoic. Hyperechoic yang terbentuk menunjukkan highly-reflective interface. Kondisi highly-reflective interfacehanya terjadi apabila gelombang ultrasound mengenai jaringan tulang dan gas [1]. Pada gambar 5 massa hyperechoic yang ditunjukkan oleh panah berwarna biru merupakan tulang dada sedangkan massa yang ditunjukkan oleh panah berwarna kuning merupakan tulang punggung yang berisi spinal cord. Penampakan tulang rusuk sudah dapat terlihat pada usia kebuntingan 50-55 hari [3,8], sementara panjang rata-rata fetus pada usia kebuntingan 8 minggu adalah 45,5 mm [3,9].

Kesimpulan

Penggunaan USG dalam mendiagnosa kebuntingan pada sapi dapat didiagnosa pada usia kebuntingan yang relatif lebih muda bila dibandingkan dengan pemeriksaan yang dilakukan secara palpasi per rektal yang umumnya dilakukan pada usia kebuntingan diatas 2 bulan. Selain itu penggunaan USG dalam mendiagnosa kebuntingan pada sapi juga dapat memperlihatkan perbedaan kondisi uterus bunting dan tidak bunting secara jelas, bentuk fetus, perkembangan fetus beserta organnya, kematian embrio dini, serta adanya pergerakan fetus apabila dilihat secara real time.

Referensi

[1] Clift Lamb. 2012. Pregnancy Diagnosis for The Beef Herd. Regent of The University of Minnesota. University of Minnesota Extension

[2] Jimmy C. Lattimer. 2014. Ultrasonography. Merk Veterinary Manual. http://www.merckvetmanual.com/mvm/clinical_pathology_and_procedures/diagnostic_imaging/ultrasonography.html

[3] Clift Lamb and Paul M. Fricke. 2004. Ultrasound-Early Pregnancy Diagnosis and Fetal Sexing. Proceeding, Applied Reproductive Strategies in Beef Cattle, September 1 and 2, 2004. North Platte. Nebraska

[4] Kastelic J.P and O.J. Ginther. 1989. Fate of Conceptus and Corpus Luteum After Induced Embryonic Loss in Heifer. J.M.Vet. Med. Assoc. 194:922-928

[5] Taverne M.A.M, O. Szenci, J. Szetag and A. Piros. 1985. Pregnancy Diagnosis in Cows With Linear-aArray Real Time Ultrasound Scanning: Preliminary note. Vet. Quarterly 7:264-270

[6] Hanzen C. And B. Delsaux. 1987. Use of Transrectal B-Mode Ultrasound Imaging in Bovine Pregnancy Dignosis. Vet. Rec. 121: 200-202

[7] Pieterse M.C, O. Szenci, A.H Willemse, C.S.A Bajcsy, S.J. Dieleman and M.A.M. Taverne. 1990. Early Pregnancy Diagnosis in Cattle By Means of Linear Array-Real Time-Ultrasound Scanning of The Uterus and Qualitative and Quantitative Milk Progesterone Test. Theriogenology 33:697-707.

[8] Curran S, R.A. Pierson and O.J. Ginther. 1986. Ultrasonographic appearrance of The Bovine Conceptus From Days 10 Through 20. J. Am. Vet. Med. Assoc. 189:1289-1294

[9] Hughes E.A and D.A.R. Davies. 1989. Practical Uses of Ultrasound in Early Pregnancy Diagnosis in Cattle. Vet. Rec. 124:456-458