Nagari Creative Hub Sungai Duo Dilaunching, Wagub Vasko: UMKM Didorong Tembus Pasar Digital

DHARMASRAYA – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Vasko Ruseimy melaunching Nagari Creative Hub (NCH) di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, bersama Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, Jumat malam (30/10/2026).
Launching program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tersebut berlangsung meriah dan disaksikan ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Berbagai pertunjukan kesenian tradisional Jawa dan Minangkabau turut memeriahkan acara yang menggambarkan keberagaman budaya masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Vasko mengatakan Nagari Creative Hub merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di nagari agar mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran produk.
Menurutnya, pelaku UMKM tidak boleh hanya bergantung pada pasar di lingkungan sekitar, tetapi harus didorong agar mampu menjangkau konsumen dari berbagai daerah, termasuk di luar Sumatera Barat.
"Masyarakat di desa yang sebelumnya hanya berjualan di lingkungan sekitar, melalui NCH kita dorong agar bisa mendapatkan pasar dari luar Sumatera Barat," ujar Vasko.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital menjadi instrumen penting untuk membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal. Namun, pemasaran digital tidak berarti meninggalkan pola perdagangan konvensional yang selama ini menjadi sumber penghasilan masyarakat.
"Betul, kita bantu fasilitasi pemasarannya melalui digital, tanpa melupakan pasar darat atau konvensional. Keduanya kita kombinasikan," katanya.
Vasko menegaskan, keberhasilan Nagari Creative Hub tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas, tetapi harus diikuti penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pendampingan berkelanjutan kepada pelaku UMKM.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan mengoptimalkan peran organisasi perangkat daerah (OPD), terutama dalam peningkatan keterampilan masyarakat dan membantu membuka akses permodalan bagi pelaku usaha.
Nagari Creative Hub merupakan program Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 yang dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif di tingkat nagari melalui pemberdayaan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan potensi ekonomi dan budaya lokal.
Melalui program ini, pelaku UMKM berpeluang mendapatkan pendampingan dalam pengembangan produk, desain kemasan, branding, promosi, hingga pemanfaatan platform perdagangan elektronik atau e-commerce.
Dengan demikian, produk yang sebelumnya hanya dipasarkan secara terbatas di lingkungan nagari diharapkan mampu menjangkau konsumen lebih luas, bahkan hingga pasar luar daerah.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyambut kehadiran Nagari Creative Hub sebagai peluang untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Menurutnya, Nagari Sungai Duo memiliki modal sosial dan ekonomi yang besar melalui perpaduan karakter masyarakat eks transmigran yang dikenal dengan keuletan dan etos kerja, serta masyarakat Minangkabau yang memiliki tradisi kuat dalam perdagangan dan kewirausahaan.
" Kita ingin nagari tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah. Kita ingin nagari mampu menghasilkan produk yang telah diolah, memiliki nilai tambah, memiliki identitas, serta mempunyai daya saing," ujar Annisa.
Ia mengatakan Nagari Creative Hub bukan sekadar peresmian sebuah program, melainkan momentum membangun pola baru pembangunan nagari yang lebih inovatif, kolaboratif, produktif, dan berbasis potensi lokal.
Di Nagari Sungai Duo, NCH telah dilengkapi sejumlah fasilitas, di antaranya panggung kesenian, Lapau Nagari sebagai ruang aktivitas dan pemasaran produk masyarakat, serta Teras Nagari sebagai pusat informasi dan ruang interaksi masyarakat.
Annisa berharap fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha masyarakat, sekaligus menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan inovasi generasi muda.
Ia juga mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, komunitas kreatif, hingga masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program.
Melalui Nagari Creative Hub, pemerintah berharap nagari tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga berkembang sebagai pusat inovasi, pengembangan usaha, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis teknologi digital dan potensi lokal.